Foto : Pen Lanudal Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, SIJORITODAYcom– – Menjadi prajurit Matra Laut (TNI AL) bukan hal mudah. Ada pendidikan dan latihan khusus dalam waktu tertentu yang harus dijalani.

Naluri tempur TNI AL yang profesional, handal mampu melewati hutan Bukit Penaga dan pantai Tanjung Pisau, Bintan Timur. Jika diamati, para pasukan TNI, khususnya prajurit Lanudal Tanjungpinang, yang sedang digembleng untuk menjadi pasukan siap tempur dan tuntaskan problem serta memiliki jiwa korsa dengan kesetiaan yang tinggi dalam mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia melalui Puspenerbal pada umumnya dan khususnya Lanudal Tanjungpinang, seluruh prajurit mengikuti Pembinaan satuan (Binsat).

Komandan Lanudal Tanjungpinang, Letkol Laut (P) Dani Achnisundani mengatakan kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk implementasi dari Pembinaan Satuan (Binsat) untuk mengasah kemampuan prajurit yang dipimpinnya agar selalu terjaga kesiapan fisik dan skillnya sebagai prajurit matra laut untuk menghadapi tugas-tugas kedepan yang semakin kompleks dan heterogen.

“Berbagai macam problem untuk diselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan oleh para pelatih, mulai dari tali temali, peluit, menjerat binatang liar dengan alat seadanya, serangan musuh dengan tembakan dan interaksi dengan warga masyarakat di sekitar hutan serta bongkar pasang senjata laras panjang dengan mata tertutup,” sebut Dani, Selasa (7/1).

Foto : Pen Lanudal Tanjungpinang

Semua prajurit mengenakan ransel di punggung yang beratnya sekitar 20 kg dan masing-masing prajurit membawa senapan serbu 1 (SS-1).

Danlanudal berharap, pelaksanaan Binsat ini bertujuan meningkatkan kualitas prajurit yang solid, kompak dan kekeluargaan sebagai warga penerbangan TNI AL khususnya Lanudal Tanjungpinang.

“Sehingga dapat memberikan peran dalam menjaga pertahanan dan keamanan serta keutuhan wilayah laut NKRI,” harap Letkol Dani. (*)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here