BINTAN,SIJORITODAY.com, – – Polsek Tambelan, Bintan, Kepri mengamankan lima pelaku “illegal fishing” menggunakan bahan peledak rakitan di Pulau Pejantan, Kecamatan Tambelan.

Kelima pelaku merupakan warga Kalimantan Barat, masing-masing berinisial LA, ZU, AN, JE, dan AR.

“Para pelaku diamankan, Senin (27/1) kemarin,” kata Kapolsek Tambelan, IPDA Missyamsu Alson dalam konferensi pers di Mapolsek Tambelan, Jumat (31/1).

Menurut Kapolsek, pengungkapan kasus “illegal fishing” tersebut berawal dari informasi dari masyarakat setempat, bahwa pelaku menangkap ikan menggunakan bahan peledak rakitan di perairan Pulau Pejantan, sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (27/1).

Berbekal informasi tersebut, kata dia, pihak kepolisian bersama pelapor, nelayan, serta Kepala Desa setempat langsung bergerak menuju ke lokasi kejadian untuk menangkap  lima pelaku.

Saat akan ditangkap, pelaku sempat berusaha melarikan diri sembari membuang beberapa buah bom rakitan ke laut buat mengelabui petugas.

“Beruntung petugas dibantu masyarakat sigap, hingga kelima pelaku akhirnya berhasil diamankan,” sebut Alson.

Lebih lanjut, Alson menyebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti ima buah bom ikan rakitan siap ledak, tiga pasang sepatu boots merk jando, dua)m buah jaring cedok ikan, satu helai celana selam, dua buah pemberat timah, satu gulung tali rapia, 36 sumbu api, setengah karung Amonium Netrat 13 kg, Selang Kompresor 20 meter, satu unit GPS merk Furuno + kepala GPS lengkap dengan kabel, dua buah kaca mata selam, dua buah daker (alat pernapasan dalam air, dua) buah kotak korek api, dan dua buah buah Hp Nokia

Kemudian, turut diamankan kapal/pompong yang digunakan pelaku berkapasitas 6 GT, di mana ada saat ditangkap dalam keadaan bocor karena menabrak karang.

Selain itu, ukan hasil tangkapan tidak dapat diselamatkan seluruhnya hanya sekitar 100 kg atau satu fiber, sedangkan sisanya hanyut terbawa arus.

“Untuk kapal tidak bisa dibawa ke Tambelan, karena sudah tenggelam dan dititipkan kepada Kepala Desa Pulau Mentebung,” jelasnya.

Para pelaku kini ditahan di  Mapolsek Tambelan, dengan sangkaan “illegal fishing”, Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat No. 12/1951, Atau Pasal 84 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) UU NO.31 Tahun 2004 sebagaimana telah dirubah menjadi UU NO. 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan. (Mn)

Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here