TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– DPW PKS Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah menyiapkan lima kader terbaiknya untuk bertarung pada pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Kepri 2020.

Kelima nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari unsur Kader internal PKS yaitu Raden Hari Tjahyono (anggota DPRD Kepri), Iskandarsyah (anggota DPRD Kepri), Hanafi Ekra (anggota DPRD Kepri), Suryani (anggota DPRD Kepri), dan Bachtiar (Ketua Dewan Syariah DPW PKS Kepri).

“Berdasarkan hasil survei internal PKS, kelima nama ini layak diusung ikut Pilgub Kepri 2020,” kata Wakil Ketua DPW PKS Kepri, Iskandarsyah, Jumat.

Iskandarsyah mengungkapkan, PKS sejak awal memang bertekad mengikutsertakan kadernya sebagi kandidat calon Gubernur atau Wakil Gubernur Kepri di Pemilu Serentak tahun ini.

“Biasanya PKS hanya jadi partai pendukung, tapi di Pilgub Kepri kali ini, kami tak mau cuma jadi penonton, harus ada kader yang maju,” ujarnya.

Dia menyatakan alasan kenapa PKS harus ikut Pilgub Kepri tahun ini, karena ada desakan langsung dari DPP PKS, termasuk dukungan berbagai lapisan masyarakat, lingkungan kampus, dan kalangan profesional.

Selain itu, lanjut dia, berkaca pada hasil Pemilu Serentak 2019 lalu, PKS mampu meraih posisi ketiga di pemilihan DPRD Kepri dengan mendapatkan enam kursi, di bawah Golkar dan PDIP, yang masing-masing dapat delapan kursi.

“Kenapa tidak, Itu modal yang bagus buat menatap Kontestasi Pilgub Kepri 2020,” ujarnya.

Disinggung dengan parpol mana PKS akan berkolasi menuju Pilgub Kepri nanti. Iskandarsyah menegaskan, bahwa sejauh ini partainya masih melakukan lobi-lobi politik ke beberapa partai politik.

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan PDIP, Gerindra, Nasdem, dan Golkar,” tuturnya.

Dalam membangun komunikasi politik, lanjut dia, PKS berkeinginan mencari partai politik yang mempunyai visi-misi sama buat memilih pemimpin yang bertekad membangun sekaligus memajukan daerah.

Komunikasi politik pun, menurut dia, bertujuan untuk mencegah polarisiasi atau terbelahnya masyarakat di Pilkada nanti.

“Ini kan pesta rakyat, jangan sampai ada yang kelahi gara-gara berbeda pilihan, maka itu perlu komunikasi politik,” imbuhnya.

Penulis: Mn
Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here