Foto Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanuddin

BINTAN, SIJORITODAY.com – – Satreskrim Polres Kabupaten Bintan telah mengantongi siapa pengurus 48 TKI Ilegal yang masuk di Bintan dari Malaysia melalui jalur tikus beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin mengatakan, pihaknya telah membentuk tim dari kepolisian untuk mencari keberadaan pelaku. Kepolisian juga telah menerbitkan LP dan meningkatkan status dari Lidik ke Sidik.

“Sudah kita terbitkan LP dan kita gelarkan naik sidik, dan kita bagi team untuk mencari pelakunya,” ungkap AKP Agus Hasanudin, Sabtu (11/04/2020).

Kepolisian pun nampaknya belum mau untuk menyebutkan siapa pelaku atau dalang atas masuknya 48 TKI dari Malaysia itu ke Bintan secara gelap. Pengurus 48 TKI Ilegal itu diketahui, setelah kepolisian melengkapi keterangan dari saksi- saksi yang ada termasuk dari 48 TKI Ilegal tersebut.

“Kita lengkapi dari saksi-saksi yang ada termasuk TKI,” ucapnya.

Sebelumnya, Aparat gabungan TNI-Polri dan unsur Muspika Bintan Utara baru mengamankan 48 orang TKI illegal dari Malaysia yang masuk kewilayah Bintan. Menyikapi hal itu, Bupati Bintan Apri Sujadi angkat suara.

Ia khawatir, masuknya para TKI secara gelap itu justru akan membawa bencana. Sebab, kasus pasien positif corona di Kepri kebanyakan memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia.

Apri meminta kepada Dinas Kesehatan supaya melakukan rapid test kepada 48 orang TKI tersebut sebelum diserahkan ke BP3TKI Tanjungpinang.

“Orang yang bertanggungjawab atas hal ini harus diproses secara hukum. Kita juga meminta supaya mereka mengikuti rapid test sebelum diserahkan ke BP3TKI,” ungkap Apri, Jum’at (10/4) siang.

Tentunya, sang Kepala Daerah ingin melindungi masyarakat Bintan dari paparan COVID-19. Berbagai upaya terus dilakukan. Namun, semuanya akan sia-sia bila akses (masuknya TKI illegal) masih tetap terbuka.

“Kita minta mereka (penyalur) dapat bertanggungjawab secara hukum serta memastikan kepulangan TKI ilegal tersebut karena seluruhnya bukan warga Bintan,” tegasnya.

Ia meminta aparat penegak hukum bergerak cepat menyelidiki kasus ini. Supaya kedepannya, tidak ada lagi kejadian Bintan menjad daerah transit TKI illegal.

“Masuknya TKI secara ilegal ke Bintan tentunya mendapat perhatian kita semua. Karena ini menyangkut warga Bintan sendiri yang harus dilindungi jangan sampai menimbulkan keresahan, apalagi kita sedang dalam penanganan pencegahan wabah penyakit atau virus Covid 19,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 48 orang TKI illegal masuk ke Bintan melalui sebuah pelabuhan gelap didaerah Bintan Utara. Mereka pun ketahuan petugas gabungan di Jalan Tanjung Permai Tanjunguban Selatan, Kamis (9/4) sore kemarin.

(Ak)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here