Kepala Disnaker Bintan Indra Hidayat

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Pandemi COVID-19 mengakibatkan sektor pariwisata di Kabupaten Bintan lumpuh. Imbasnya, pekerja/karyawan ikut terdampak dengan hilangnya pekerjaan mereka saat ini.

Data terhimpun, sudah ada 2.225 karyawan di Kabupaten Bintan yang terdampak.

Dimana 1.567 karyawan terpaksa dirumahkan dan sisanya 658 orang terkena gelombang PHK.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan Indra Hidayat menyampaikan terjadi penambahan jumlah karyawan yang terkena PHK maupun dirumahkan dibandingkan data yang dikumpulkan pada Maret 2020 lalu.

Ia menyampaikan, pada Maret lalu data yang masuk dari 7 perusahaan termasuk Starjet Group karyawan yang sudah dirumahkan mencapai 363 orang dan yang terkena PHK sebanyak 612 orang.

“Jika dibandingkan dengan data yang saat ini, per 27 April saja kita mencatat data dari 21 perusahaan, sudah ada 658 karyawan yang kena PHK dan 1.567 karyawan dirumahkan,” sebutnya, Rabu (29/4) siang.

Mantan Sekretaris Dishub Bintan itu menjelaskan, karyawan yang terkena PHK kebanyakan disebabkan oleh kontrak kerjanya yang sudah habis.

“Seperti misalnya PT Bintan On Base Resort, 405 karyawannya yang di PHK karena masa kerjanya memang sudah habis,” ujar Indra.

Dia juga menambahkan, jumlah yang disebutkannya sudah termasuk rencana pengajuan yang disampaikan PT Pulau Nikoi dan PT Pulau Cempedak yang sama-sama bergerak dibidang pariwisata.

Kedua perusahaan itu juga berencana akan merumahkan karyawannya dengan rincian 116 orang karyawan PT Pulau Cempedak dan 132 orang karyawan PT Pulau Nikoi. (Btn)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here