LINGGA, SIJORITODAY.com – Menjabat sebagai Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar sempat dianggap tidak menepati janji oleh sebagian masyarakat dalam proses pembangunan pemerataan.

Saat ini, Pemerintah Daerah di kepemimpinan AWe-Nizar telah melakukan pemekaran desa yakni Desa Persiapan Bendahara pemekaran dari Desa Induk Posek, Kecamatan Kepulauan Posek.

Muhammad Nizar mengatakan, terbentuknya Desa Persiapan Bendahara ini merupakan wujud komitmen Pemda di kepemimpinan AWe-Nizar guna memperpendek rentang kendali, memajukan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan diseluruh penjuru wilayah Kabupaten Lingga.

“Ini bagian dari aspirasi masyarkat. Sebelum akhir masa kepemimpinan AWe-Nizar, Alhamdulillah kami berkomitmen untuk merealisaikan pemekaran wilayah untuk diwujudkan, walaupun banyak orang sempat mencemeeh kami dan hanya memberikan janji.

“Ini salah satu cara kami memajukan kesejahteraan masyarkat dan pemerataan pembangunan inilah kenapa muncul gagasan dan harapan untuk menjadi desa persiapan,” katanya saat menghadiri syukuran Desa Persiapan Bendahara pemekaran dari Desa Induk Posek, Minggu (6/9/2020).

Dikesempatan tersebut, Nizar meminta kepada perangkat desa induk dan desa persiapan serta masyarkat untuk terus menjaga kekompakan membawa desa persiapan bendahara menuju desa defentif.

“Mari kita jaga kekompakan, aspirasi masyarakat untuk pemekaran desa yang telah terwujud, untuk itu kita harus mempersiapkan menuju defenitif,” ujarnya.

Selain itu, Nizar juga meminta kepada perangkat desa persiapan dan desa induk serta masyarakat setempat untuk dapat saling bahu membahu serta menjaga kekompakan untuk membawa desa baru ini.

Untuk menjadi desa defenitif selain kerja keras juga membutuhkan anggaran operasional, untuk itu selain mendapatkan anggaran dari desa induk. Pemerintah Daerah juga akan menganggarkan di tahun 2021 uang operasional sebesar Rp100 juta untuk desa persiapan Bendahara.

“Kita menyadari betul dengan keterbatasan anggaran, tentunya desa persiapan akan mengalami kesulitan dalam menuju defenitif, namum Pemerintah Daerah telah melakukan komunikasi dengan DPRD Lingga, tahun 2021 akan dianggarkan untuk desa persiapan sebesar Rp100 juta untuk operasional.

“Oleh karenanya, menjadi desa seutuhnya atau defenitif itu butuh perjuangan bukanlah hal yang mudah, maka tentunya mari kitanjaga dan jangan disia-siakan,” tambahnya.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Lingga Ahmad Nashirudin, Ketua Komisi III DPRD Lingga Neko Wesha Paweloy, Kabag Pemerintahan Kabupaten Lingga, Ketua BNPB, Kesbangpol, Camat Kepulauan Posek, Kades Desa Induk Posek, Kades Desa Persiapan, BPD se-Kecamatan Kepulauan Posek serta masyarakat setempat. (Oci. Rm)

Editor: Riandi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here