Pemusnahan barang bukti narkoba di Mako Polres Karimun

KARIMUN, SIJORITODAY.com – Polres Karimun melakukan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 4.110 gram asal Malaysia, Jumat (4/12/2020).

Barang bukti tersebut merupakan tangkapan Polres Karimun bersama Bea dan Cukai yang berhasil digagalkan pada Rabu 11 November 2020 pukul 00.30 Wib di wilayah Kelurahan Pamak Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun, bulan lalu. Pemusnahan sendiri dilakukan dengan cara di larutkan kedalam air panas, kemudian dibuang ke dalam toilet yang berada di Mako Polres Karimun.

Kegiatan pemusnahan dipimpin langsung Kapolres Karimun, dihadiri Ketua DPRD Karimun, Kepala BNN Karimun, Kepala Rutan Klas II B, Ketua Pengadilan Negeri Tbk, Perwakilan Instansi Lanal Tbk, Kodim 0317 Tbk, Kejaksaan dan KPPBC Tanjung Balai Kairmun.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan hasil pengungkapan Tim Panther Satresnarkoba Polres Karimun bersama dengan Bea dan Cukai Karimun,” ujar Kapolres Karimun AKBP M Adenan.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, kata Adenan, dua orang pria bernisial MK dan AH turut diamankan. Kedua tersangka mempunyai peran yang berbeda.

“Tersangka AH berperan sebagai tekong Boat, sesaat setelah melakukan penjemputan barang haram tersebut diperairan perbatasan laut Indonesia Malaysia. Sedangkan MK berperan menyimpang sabu itu di semak – semak,” ucap Adenan.

Dijelaskannya, modus yang dilakukan oleh tersangka tidak bertemu secara langsung dan mereka melakukan komunikasi untuk menentukan titik pengambilan barang haram tersebut.

“Tersangka AH mengaku disuruh oleh Y (DPO) sedangkan MK mengaku disuruh oleh A (DPO) dan R (DPO),” jelas M Adenan.

Pemusnahan barang bukti tersebut berdasarkan, surat Kejaksaan Negeri Karimun nomor : SK – 2389 / L.10.12/ Enz.1 / 11 / 2020 tanggal 20 November 2020 tentang ketetapan status barang sitaan narkotika yang akan dimusnahkan. Dan berita acara pemeriksaan laboratoris kriminalistik Polda Riau No.Lab.1521/NFF/2020 Tanggal 30 November 2020 tentang kesimpulan setelah dilakukan pemeriksaan secara laboratoris kriminalistik, di simpulkan bahwa barang bukti berupa kristal berwarna putih benar mengandung Metamfetamin terdaftar dalam golongan I nomor urut 61 lampiran Undang Undang Republik Indonesia Tahun 2009 tentang Narkotika.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka terancam hukuman 5 hingga 20 tahun kurungan dalam penjara atau hukuman seumur hidup atau hukuman mati, imbuh Kapolres Karimun. (Sunar)

Editoe : Ode

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here