
TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad resmi mengirimkan tiga nama calon Sekda Kepri ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Ketiganya merupakan rekomendasi dari hasil seleksi Pansel Jabatan Pratama Tinggi (JPT) Kepri.
Mereka yang direkomendasikan adalah Misni Kepala DP3AP2KB Kepri, Adi Prihantara Sekda Bintan, dan Sardison Kepala DPMD Dukcapil Kepri.
Akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Alfiandri menilai, dari ketiga sosok ini, Misni merupakan kandidat Sekda terkuat.
Menurutnya, Misni merupakan sosok yang berintegritas dan berkomitmen. Apalagi baru-baru ini Gubernur Kepri Ansar Ahmad memperoleh penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan.
Penghargaan itu berkat usaha Misni yang berhasil meningkatkan partisipasi perempuan di Kepri.
“Prestasi-prestasi bu Misni sebagai Kadis sudah teruji komitmen dan integritas nya,” katanya, Kamis (14/10/2021).
Dengan tangan lembutnya, Misni juga mampu menjembatani hubungan dan menguraikan benang merah konflik antara Gubernur Ansar Ahmad dan Wagub Marlin Agustina.
Namun, meski segudang prestasi. Pencalonan Misni sebagai Sekda Kepri dinilai akan terhambat dengan jenis kelaminnya yang perempuan.
Menurutnya, ini akan menjadi penghambat Misni dalam melaksanakan tugas apabila nantinya terpilih sebagai Sekda Kepri.
Meski begitu, Alfiandri mengaku berharap kursi Sekda Kepri itu di duduki oleh Misni.
“Saya mengharapkan kehadiran perempuan bisa menjembatani konflik Gubernur dan Wagub. Dengan tangan lembutnya, pendekatan-pendekatan nya jauh lebih efektif,” ungkapnya.
Alfiandri menuturkan, Sekda Bintan saat ini Adi Prihantara akan menjadi pesaing terkuat Misni dalam memperebutkan kursi Sekda.
Adi dinilai sudah memiliki segudang pengalaman, apalagi Adi memiliki kedekatan dengan Ansar Ahmad.
Namun jika Adi terpilih, kedekatan ini akan menambah ruang konflik antara Ansar Ahmad dan Marlin Agustina.
“Adi Prihantara punya pengalaman jadi Sekda, jam terbangnya sudah terukur, namun kedekatannya dengan Ansar Ahmad bisa mengakibatkan tajamnya ruang konflik antara Gubernur dan Wagub,” ujarnya.
Alfiandri juga tidak menganggap remeh Sardison salah satu calon Sekda Kepri yang notabenenya seorang birokrat ulung.
Namun Sardison ini juga dinilai memiliki kelemahan dengan minimnya komunikasi publik.
“Sardison birokrat yang ulung dalam menyelenggarakan pemerintahan karena sudah terbukti sebagai Kadis,” terangnya.
Dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara UMRAH ini meminta agar Sekda terpilih nantinya tidak lupa dengan tugasnya untuk mengkoordinir penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan masing-masing OPD.
Sekda terpilih juga hendaknya tidak semata-mata “menempel” ke Kepala Daerah. Sekda juga harus menjembatani hubungan dan menguraikan konflik antara Gubernur dan Wagub.
Alfiandri pun berharap agar Sekda Kepri nantinya dapat mengakselerasikan pembangunan dan mengkomunikasikan kepentingan daerah ke DPRD dan Pemerintah Pusat.
“Mengakselerasikan pembangunan sesuai RPJMD. Bisa mengkomunikasikan kepentingan daerah ke DPRD dan Pemerintah Pusat,” harapnya.
(Nuel)












































