Muhammad Endy Febri, Kabid Stabilisasi Harga dan Pengembangan Ekspor Impor saat ditemui di Kantor Disperindag Tanjungpinang, Jum'at (10/12/2021). F: Helen

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Tanjungpinang menyurati para integrator untuk menstabilkan harga ayam yang belakangan ini mengalami kenaikan.

Kabid Stabilisasi Harga dan Pengembangan Ekspor Impor Disperindag Tanjungpinang Muhammad Endy Febri mengatakan, stabilisasi harga ayam ini merupakan perintah langsung dari Wali Kota Tanjungpinang Rahma.

“Dari pantauan daging di lapangan memang ada informasi terjadi kenaikan. Berdasarkan hasil rapat kemarin kita diarahkan untuk menyurati para integrator,” katanya, Jum’at (10/12/2021).

Dalam surat itu, integrator diminta tidak menaikkan harga daging ayam lebih dari Rp 40.000 per kilogramnya.

Memang kata Endy, kenaikan harga daging ayam tidak terlalu tinggi. Saat ini harga daging ayam hanya mengalami kenaikan menjadi Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per kilogramnya dari sebelumya yang hanya Rp 37.000.

“Isinya mohon untuk tidak menaikkan harga ya walaupun tidak bisa turun, paling tidak jangan lebih dari Rp 40.000,” ungkapnya.

Endy berharap agar surat permintaan stabilisasi harga itu dapat menjadi pertimbangan bagi integrator dalam menetapkan harga.

Apalagi, Pemko Tanjungpinang memprioritaskan daging ayam ini menjadi salah satu kebutuhan yang di stabilisasi.

“Paling tidak menjelang akhir tahun ini tidak ada kenaikkan harga. Karena ayam menjadi salah satu fokus pemerintah kota dalam penurunan harga.” tambahnya.

(Helen)
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here