Kepala Kejari Bintan I Wayan Riana didampongi Kasi Pidsus Kejari Bintan Fajrian menunjukkan uang tunai Rp 100 juta yang dikembalikan tersangka ZP didepan Kantor Kejari Bintan, Jum'at (10/12) siang. Foto Btn

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bintan Fajrian kaget saat didatangi dr Zailendra Permana, Kepala Puskesmas Sei Lekop yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi insentif nakes dalam penanganan Covid-19.

Tersangka korupsi itu datang sendiri dan menghampiri Fajrian yang sedang berada diruang kerjanya, Jum’at (10/12) pagi sempat kaget. “Dia datang sendiri dan membawa tas berisi uang,” ungkap Fajrian saat press rilis didepan Kantor Kejari Bintan, Jum’at (10/12) siang.

Ternyata uang tersebut kata dia, diantar langsung oleh ZP dibungkus tas. “Pas dibuka ternyata uang,” ungkapnya.

Uang itu diketahui berjumlah Rp 100 juta, Kepala Kejari Bintan I Wayan Riana menyampaikan, jika uang tersebut merupakan pengembalian dari kerugian negara yang timbul akibat perbuatan tersangka.

Lebih lanjut Ia menyampaikan jika pengembalian tersebut murni dilakukan oleh ZP tanpa ada paksaan. Meski telah dikembalikan, dr Zailendra Permana tetap akan menghadap meja hijau.

“Proses hukum tetap berlanjut, jumlah pengembalian dari ZP berjumlah Rp 100 juta,” katanya.

Uamg tersebut dari pengakuan ZP, merupakan hasil yang diperoleh atas tindakannya sebagai pimpinan di Puskesmas Sei Lekop yang merugikan negara.

Sebelumnya, Kejari Bintan menetapkan Kepus Sei Lekop dr Zailendra Permana sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berkaitan dengan pencairan insentif nakes dalam pengendalian Covid-19.

Perbuatan yang dilakukan tersangka kata I Wayan bertentangan dengan petunjuk teknis (juknis) Kementrian Kesehatan RI dalam hal pencairan insentif nakes yang diberikan untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

Apalagi, dari hasil perhitungan sementara diduga negara merugi Rp 400 juta atas perbuatan pelaku. “Jadi alokasi anggarannya sebesar Rp 836 juta lebih, kerugiannya sebesar Rp 400 juta,” sebutnya.

Namun dari kerugian itu, seluruh nakes di Puskesmas Sei Lekop menerimanya. Hanya saja, besaran uang yang diterima tersangka belum dirinci Kejari Bintan. “Masih proses penyidikan kita,” timpalnya.

Namun begitu, ada uang sebesar Rp 17.013.000 yang dikembalikan oleh Kepala TU Puskesmas Sei Lekop dan diserahkan kepada Kejari Bintan. Uang tersebut diduga diterima dari kerugian negara yang timbul akibat perbuatan tesangka.

Saat ini, Kejari Bintan belum melakukan penahanan terhadap tersangka. “Nanti, karena masih proses penyidikan kita juga,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 atau 3 Undang-Undang RI Nomor 31 tahum 1999 juncto Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. (Btn)

Editor : Redaksi

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here