TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Tanjungpinang terus meningkat.
Sepanjang tahun 2021, terdapat 124 kasus atau menjadi yang tertinggi sejak tahun 2017.
Mirisnya, kasus kekerasan pada perempuan dan anak ini di dominasi kekerasan seksual dan fisik.
Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Rini Pratiwi mengajak korban kekerasan untuk berani untuk melapor ke aparat berwajib.
Rini menerangkan, meningkatnya kasus kekerasan di Tanjungpinang tak terlepas dari faktor ekonomi khususnya pasca pandemi Covid-19.
“Sebagai perempuan saya prihatin, dengan banyak faktor yang menyebabkan kekerasan ini dapat terjadi, salah satunya faktor ekonomi apa lagi dengan adanya pandemi Covid-19 ini,” katanya, Senin (14/2/2022).
Menurut politisi PKB ini, membangun komunikasi antar anggota keluarga penting untuk meminimalisir kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Ada beberapa solusi yang mungkin bisa mengurangi permasalahan ini, salah satunya dengan membangun komunikasi yang baik antar anggota keluarga sehingga meminimalisir kekerasan,” ujarnya.
Rini berharap, Pemko Tanjungpinang gencar mengkampanyekan hak-hak perempuan dan anak di tengah-tengah masyarakat.
“Selain itu, dari pemerintah sendiri juga diharapkan mampu mengedukasi dan gencar dalam mengkampanyekan hak-hak perempuan dan anak ditengah masyarakat,” harapnya.
Rini juga mengimbau masyarakat untuk berani bertindak jika mendapati kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan sekitar.
“Sebagai masyarakat juga kita harus siap action jika melihat atau mendengar adanya kekerasan perempuan maupun anak, dengan melaporkan kepada polisi, instansi terkait atau perangkat setempat,” tutupnya.
(Misbach)
Editor: Nuel
Baca Juga : Pandemi Perparah Kasus Kekerasan di Tanjungpinang












































