TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Pandemi COVID-19 perparah kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Tanjungpinang.
Kepala Dinas DP3APM, Rustam mengungkapkan, kasus kekerasan tahun 2021 yang di dominasi kekerasan seksual dan fisik.
Tahun 2021 menjadi yang perparah kasus kekerasan sejak tahun 2017 yang hanya 95 kasus.
Pada tahun 2018 sebanyak 63 kasus, 2019 sebanyak 104 kasus, 2020 sebanyak 113 kasus, dan 2021 sebanyak 124 kasus.
“Tren kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat sejak tahun 2017 hingga 2021, sejak pandemi perparah kasus kekerasan seksual kepada anak dan kekerasan fisik kepada perempuan,” katanya, Senin (14/2/2022).
Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab kekerasan, ditambah dengan pandemi yang terjadi di awal tahun 2020.
“Pasti lah, ekonomi menjadi salah satu penyebab,” ucapnya.
Agar kekerasan tidak semakin parah, DP3APM menyiapkan program kewirausahaan bagi para korban.
“Kita memiliki program kewirausahaan untuk perempuan korban kekerasan,” jelasnya.
Mantan Kadinkes Tanjungpinang menuturkan, masyarakat mulai sadar untuk melaporkan setiap kejadian kekerasan.
“Dengan ini bukan berarti kekerasan terhadap perempuan dan anak di tahun sebelumnya lebih sedikit, bisa jadi jumlah di lapangan lebih besar dari data yang kita dapat,”tambahnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk waspada, serta melaporkan setiap tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Masyarakat dapat melaporkan ke Hotline UPTD PPA Kota Tanjungpinang di nomor 082286719448 atau dapat datang langsung ke UPTD PPA Tanjungpinang,” imbaunya.
Selain melalui, DP3APM juga semakin intensif memberikan edukasi dan sosialisasi di tengah masyarakat dan sekolah, media sosial, Pelayanan keliling melalui Mobil Perlindungan Siaga Perempuan dan Anak, Pemberdayaan edukasi dan sosialisasi berbasis masyarakat melalui PATBM.
“Kita juga kerjasama dengan unit PPA Polres, pelibatan seluruh fasilitas kesehatan, Kementerian Agama dan Para KUA, Pelibatan forum anak kota, kecamatan dan kelurahan sebagai pelopor dan pelapor,” tutupnya.
(Misbach)
Editor: Nuel
Baca Juga : Bintan Targetkan Punya UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak











































