Tim BPBD Kepri
Tim BPBD Provinsi Kepulauan Riau sedang memaparkan penanganan pertama terhadap korban bencana kepada mahasiswa D3 Kesehatan Lingkungan Poltekkes Tanjungpinang.

BINTAN,SIJORITODAY.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau bersama Poltekkes Tanjungpinang menggelar praktik sanitasi bencana di Kawal Bintan.

Praktik berlangsung mulai 29 Maret hingga 30 Maret 2022 dan diikuti 59 mahasiswa D3 Kesehatan Lingkungan Poltekkes Tanjungpinang.

Diketahui, sanitasi bencana merupakan salah satu mata kuliah wajib D3 Kesehatan Lingkungan.

Mata kuliah ini mewajibkan mahasiwa untuk menjalani praktik dengan bobot 60 persen dan 40 persen teori.

Kabid Kedaruratan, Pusdalob PB dan Logistik Peralatan BPBD Kepri, Yeni saat memantau pelaksanaan praktik sanitasi bencana.

Kepala Bidang Kedaruratan, Pusdalob PB dan Logistik Peralatan BPBD Kepri, Yeni mengatakan, BPBD dan Poltekkes Tanjungpinang sudah menjalin kerja sama sejak tahun 2018 dalam praktik sanitasi bencana.

BPBD bertugas sebagai instruktur dan mengerahkan peralatan praktik untuk digunakan para mahasiswa.

Tim BPBD Kepri memperagakan penggunaan tanki air dalam praktik sanitasi bencana di hadapan mahasiswa D3 Kesehatan Lingkungan Poltekkes Tanjungpinang.

Dalam praktik kali ini, BPBD mengerahkan mobil tanki air, dapur mobil, toilet portabel, ambulans, tenda, dan alat penyemprot disinfektan.

Mahasiswa diwajibkan untuk mengetahui kegunaan dan bisa mengoperasikan peralatan sanitasi bencana ini.

“Dalam praktik, adik-adik ini kita biarkan mandiri, mereka kita buat berkelompok dan ada daftar piketnya,” kata Yeni, Rabu (30/3/2022).

Yeni optimis, dengan praktik, mahasiswa D3 Kesehatan Lingkungan Poltekkes Tanjungpinang akan sigap dan siap apabila terjadi bencana.

Tim BPBD Kepri memperagakan penggunaan alat penyemprot disinfektan di hadapan mahasiswa D3 Poltekkes Tanjungpinang.

Mahasiswa juga diharapkan dapat berperan memberikan sosialisasi sanitasi bencana kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

Yeni menuturkan, penanganan bencana bukan hanya tugas BPBD dan instansi teknis lainnya, namun juga ada peran masyarakat termasuk mahasiswa.

“Kita optimis ya, dengan praktik ini, adik-adik mahasiswa bisa tanggap dan sigap apabila ada bencana,” tuturnya.

Sementara itu, Reynaldi Dosen D3 Kesehatan Lingkungan Poltekkes Tanjungpinang mengapresiasi BPBD Kepri yang terus berkomitmen untuk melatih mahasiswa soal sanitasi bencana.

Dalam praktik, para mahasiswa akan disuruh membuat resume dan laporan kelompok yang ditandatangani instruktur BPBD.

Dari hasil laporan dan pengamatan di lapangan, dosen akan memberikan penilaian capaian perkuliahan.

Mahasiswa yang tidak hadir tanpa alasan dipastikan tidak lulus dan wajib mengulang sanitasi bencana di tahun depan.

“Kita mengapresiasi BPBD yang udah membantu kita dalam kegiatan praktik, apalagi mata kuliah ini kegiatan praktiknya 60 persen,” tambahnya. (Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here