TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Kondisi Pasar Baru 1 Tanjungpinang makin memprihatinkan setiap tahun. Banyak lapak baik itu meja dan kios yang kosong.
Penyebabnya adalah pembeli yang makin sepi. Sehingga pedagang kesulitan membayar biaya sewa dan uang kebersihan. Lama kelamaan pedagang bangkrut lalu angkat kaki dari sana.
PT Tanjungpinang Makmur Bersama (PT TMB) yang merupakan pengelola pasar itu terus menawarkan meja dan kios yang kosong ke masyarakat untuk disewa, namun tetap saja begitu. Tetap banyak kosong.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemko Tanjungpinang tersebut masih mencari cara bagaimana agar meja dan kios kosong itu diisi pedagang yang mau menyewa.
Kini muncul kekhawatiran bagi pedagang di sana, apabila pasar tersebut masih sepi, suatu saat mereka pun bisa bangkrut dan meninggalkan pasar itu.
Jika hal itu terjadi, nasib pasar itu ke depan makin tak menentu. Saat ini saja, lantai dua pasar tersebut sudah banyak kosong. Pedagang kain di lantai dua itu sudah banyak meninggalkan lapaknya.
Di lantai satu, banyak juga meja dan kios yang kosong. Berdebu dan menyemakkan. Bahkan, sudah ada lapak yang kosong sejak tahun 2007 lalu.
Wajar jika PT TMB terus menawarkan meja dan kios kosong tersebut agar pendapatan mereka tidak tergerus. Apalagi, salah satu yang diharapkan bisa menambah pendapatan.
Kirang, salah satu karyawan PT TMB yang setiap hari berurusan dengan pedagang di Pasar Baru 1 ikut sedih melihat kondisi pasar yang sepi.
Dia pun menawarkannya ke masyarakat. “Jika ada yang mau, silahkan isi. Masih banyak di Pasar Baru ini yang kosong lapak dan kiosnya,” kata Kirang kepada wartawan.
Bahkan ia pun menawarkan kembali ke pedagang yang ada.
“Jika Pak Saragih dan pedagang lain mau sewa silahkan saja. Daripada kosong. Ngapain juga, lebih baik di sewakan,” tuturnya.
Ia menuturkan, Saragih memang memiliki empat kios dan sembilan meja. Semua itu digunakan pribadi. Administrasi nya pun lengkap.
Informasi yang Keliru, 13 Kios Tak Disewakan.
Terkait dengan adanya informasi yang beredar dan menyatakan bahwa Saragih, salah satu pedagang di Pasar Baru 1 dan merupakan suami anggota dewan Tanjungpinang disebutkan menyewakan 13 lapaknya di sana, semua itu tidak benar.
Saragih memastikan informasi itu keliru. Bahkan, Kirang, karyawan PT TMB yang sehari-hari berurusan dengan pedagang disana ikut memastikan bahwa informasi itu keliru dan salah.
Memang, suami dewan tersebut saat ini menyewa 9 lapak meja dan 4 kios. Totalnya ada 13 lapak.
Kirang adalah karyawan PT TMB yang bertugas mendata dan memungut sewa lapak yang ada di Pasar Baru I.
“Lapak dan kios itu setiap hari saya yang pungut. Jadi saya yang tahu di lapangan. Suami dewan itu tidak ada menyewakan kembali lapaknya ke pedagang lain,” ujarnya.
“Dia pakai sendiri. Seharusnya BUMD diuntungkan karena kios dan lapak yang tak ada lagi yang isi, beliau isi,” tambah Kirang.
Jika ada yang mau, lanjut Kirang, silahkan isi dan masih banyak di pasar baru ini yang kosong lapak dan kiosnya.
“Hampir separuhnya kosong lapaknya. Dulu ramai, sekarang sepi, siapa yang mau jualan? Masih untung suami dewan ini mau sewa,” ungkapnya.
Di saat kondisi Pasar Baru 1 sudah sepi pedagang dan pembeli, suami dewan tersebut tetap bertahan disana.
Harapannya suatu saat pasar itu bisa ramai kembali.
Jika ada yang berniat ingin memajukan kembali pasar itu, maka bisa jualan disana ikut pedagang lain yang bertahan meski dalam kondisi sulit.
Penulis: Prb
Editor: Liza








































