TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Anggota DPRD Tanjungpinang, Nasrul meminta Pemko Tanjungpinang mencari solusi mengantisipasi kenaikan harga daging sapi segar menjelang hari raya Idul Fitri 1444 H.
Nasrul menuturkan, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan harga kebutuhan pokok masih terjangkau oleh masyarakat.
“Pemko harus cari solusi, misalnya mendatangkan sapi dari Anambas dan Natuna. Agar harganya terjangkau, kapalnya bisa disubsidi pemerintah,” katanya, Jum’at (14/4/2023) malam.
Politisi PKS itu mengakui bahwa masyarakat lebih menyukai daging sapi segar dibandingkan daging beku.
Untuk itu, Pemko Tanjungpinang perlu memastikan ketersediaan stok daging sapi segar selama bulan suci Ramadan.
“Dibandingkan daging beku, masyarakat kita lebih suka daging segar karena baru dipotong,” ujarnya.
Kendati demikian, Nasrul tetap mengajak masyarakat untuk beralih ke daging sapi beku, apabila nantinya kebutuhan daging segar tidak terpenuhi.
“Masyarakat mungkin bisa juga beralih ke daging beku karena waktunya udah mepet, ini harus jadi PR bagi pemerintah di tahun depan,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Tanjungpinang-Bintan, Thamrin memperkirakan harga daging sapi segar bakal menyentuh Rp200 ribu per kilogram menjelang Lebaran.
Saat ini, harga daging sapi segar masih dijual dengan harga Rp180 ribu per kilogram dan Rp130 ribu per kilogram untuk daging beku.
“Harga itu biasanya akan mulai bergerak pada H-7, kalau daging beku itu nanti sekitar Rp140 ribu sampai Rp150 ribu per kilo. Kalau daging sapi segar itu Rp190 ribu sampai Rp200 ribu per kilo,” katanya, Kamis (13/4/2023).
Thamrin menuturkan, kenaikan harga daging sapi segar dipicu kelangkaan stok daging sapi segar.
Ia menerangkan, sapi yang baru didatangkan dari Anambas dan NTT tidak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri, namun diperuntukkan kebutuhan Idul Adha.
“Kalau sapi yang dikirim dari NTT itu mau dijual untuk Idul Fitri itu harganya bisa sampai Rp300 ribu per kilo. Sedangkan sekarang harga Rp180 ribu saja masyarakat sudah berteriak,” katanya.
Terkait stok sapi, ia menjelaskan tidak ada penambahan, sehingga menjelang Lebaran maka daging sapi akan semakin sedikit.
“Tidak ada stok, kosong. Ini memang sapi-sapi yang kemarin saja,” tambahnya. (*)
Editor: Nuel







































