Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Bisri dalam wawancara doorstop bersama awak media di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Rabu (6/9/2023). F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Dinas Kesehatan Kepulauan Riau meminta warga tidak khawatir soal Flu Singapura.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Muhammad Bisri mengatakan, Flu Singapura sama seperti flu biasa dan belum mengkhawatirkan.

“Nggak berpengaruh, seperti biasa, untuk apa khawatir berlebihan,” katanya, Rabu (6/9/2023).

Karena tidak mengkhawatirkan, Flu Singapura pun belum menjadi perhatian Dinkes Kepri dan Kemenkes.

“Kami nggak ngontrol itu, belum jadi konsen. Kemenkes juga menyatakan itu belum menjadi konsen,” ujarnya.

Bisri menambahkan, Flu Singapura biasanya menyerang Balita yang daya tahan tubuhnya lemah.

Virus ini dapat menyebar melalui tangan dan mulut sehingga perlu menerapkan perilaku hidup sehat.

“Balita daya tahan tubuhnya belum prima, penularan flu sama dari tangan dan mulut,” tambahnya.

Sebelumnya, Anggota Fraksi PKS DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin meminta warga menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

Wahyu mengatakan, penerapan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Flu Singapura.

“Kita ajak warga Batam, Tanjungpinang, dan Bintan agar waspada. Flu itu penularannya cepat, jadi Prokes harus dijalankan,” katanya, Jum’at (1/9/2023).

Selain warga, Ketua Komisi II DPRD Kepri itu meminta instansi terkait untuk memasang alat pengukur suhu di pelabuhan internasional.

Ini untuk mengantisipasi masuknya WNA yang terpapar Flu Singapura ke Kepri, khususnya Batam, Tanjungpinang, dan Bintan.

“Kita minta ke Dinkes agar pintu masuk pelabuhan dari Singapura dijaga ketat dan alat pendeteksi flu dipasang,” pintanya.

Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang melaporkan terdapat 81 anak yang terpapar Flu Singapura selama periode Januari-Agustus 2023.

Anak-anak yang terpapar ini mengalami gejala sariawan dan bintik-bintik di tangan.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Elfiani Sandri menerangkan, anak-anak yang positif Flu Singapura tidak ada yang menjalani rawat inap, semuanya rawat jalan.

“Kasus ini memang setiap tahun ada, pengobatannya layaknya obat flu biasa untuk anak-anak dan juga resep dari dokter,” terangnya, Rabu (30/8/2023).

Ia pun menganjurkan para orang tua menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar terhidar dari virus Flu Singapura.

“Flu Singapura ini menular melalui droplet seperti Covid-19. Anak-anak mudah terserang karena imunitasnya masih rendah,” tutupnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here