Wahyu Wahyudin, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau. F:Sijoritoday.com/ Immanuel Patar Mangaraja Aruan

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Keputusan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad melanjutkan program “Kepri Terang” mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin.

Wahyu mengatakan, program ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat berkat listrik yang menyala 24 jam.

Bukan hanya ekonomi, para pelajar di pulau-pulau terpencil juga semakin mudah mengakses materi pendidikan karena jaringan telekomunikasi hidup sepanjang hari.

“Listrik udah menjadi kebutuhan primer masyarakat, listrik yang hidup 24 jam tentu meningkatkan ekonomi dan pendidikan masyarakat. Bagaimana mereka menjangkau pelanggan di daerah luar atau materi pendidikan jika barang elektronik dan gadgetnya tidak hidup 24 jam,” katanya, Rabu (24/1/2024).

Ketua Komisi II DPRD Kepri itu menuturkan, Pemprov Kepri perlu untuk melakukan pemetaan pulau-pulau yang belum teraliri listrik 24 jam.

Menurutnya, masih ada beberapa pulau yang belum teraliri listrik, padahal dihuni ratusan kepala keluarga.

“Baru-baru ini warga Desa Resun Pesisir di Pulau Pancur Kabupaten Lingga menemui saya mengeluh soal listrik yang hanya menyala mulai pukul 18.00-21.15 WIB. Ini baru yang ketahuan, belum yang lain,” ujar politisi PKS ini.

Sebelumnya, Ansar menyampaikan akan melanjutkan program Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) gratis tahun ini.

Program ini akan diprioritaskan untuk kawasan Tertinggal, Terdepan dan Terluar atau 3T.

“Tergantung nanti usulan pemerintah kota. Tentu yang prioritas kawasan 3T,” ucapnya, Senin (22/12024).

Menurutnya, program BPBL merupakan upaya pemerintah pusat melalui Kementrian ESDM bekerja sama dengan PT.PLN untuk membantu warga kurang mampu yang belum teraliri listrik.

“Daerah Tanjung unggat itu masih banyak yang belum dialiri listrik tidak menutup kemungkinan di Tanjungpinang juga,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ansar juga akan melanjutkan pemasangan Solar Home Syatem (SHS) yang sempat tertunda.

Untuk informasi, sebanyak 9.507 rumah tangga di daerah itu mendapatkan program bantuan pemasangan baru listrik (BPBL) gratis sejak 2021 sampai 2023.

Program BPBL merupakan upaya pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM bekerja sama dengan PT. PLN untuk membantu warga kurang mampu yang belum teraliri listrik.

Program tersebut sejalan dengan program Pemprov Kepri bersama PLN dalam mewujudkan pemerataan akses listrik bagi seluruh warga setempat.

Hal itu diwujudkan dengan pengadaan dan pemasangan genset serta jaringan listrik di daerah 3T di enam pulau dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 496 rumah tangga.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here