Foto : SiTo.com

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Oknum Petinggi di Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang diduga menerima sejumlah Upeti dari Pengusaha pemilik Kapal antar Kabupaten atau Kota dalam Provinsi, Kamis (25/08).

Pasalnya, selama ini KSOP memuluskan ijin layar bagi empat Perusahaan angkutan laut, yang tidak memiliki SIUPAL sesuai dengan Trayeknya.

Ke empat Perusahaan itu adalah PT. Baruna Jaya, PT. Marinatam Gemanusa, PT. Rempang Sarana Bahari, dan PT Bahtera Bestari Shipping. Kendati demikian, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang, tetap mengeluarkan surat Ijin Kelayakan Berlayar.

Teka-teki terhadap pemulusan ijin kelayakan berlayar oleh KSOP Kelas II Tanjungpinang ini, membuat masyarakat bertanya, Apakah empat Perusahaan tersebut menyuap oknum KSOP sehingga mendapatkan ijin kelayakan berlayar bagi kapal yang mengangkut ratusan masyarakat antar kabupaten atau kota itu?

Baca : https://sijoritoday.com/2016/08/19/tidak-kantongi-siupal-ka-kantor-cabang-pt-marina-gemanusa-ngaku-tidak-tahu/

Kasubag TU KSOP Uripno yang dikonfirmasi terkait masalah tersebut enggan memberikan tanggapan, Sambungan selulernya juga tidak ditanggapi, begitu juga dengan pesan singkat yang dilayangkan juga tidak digubris.

Persoalan keselamatan sejogjanya perlu diperhatikan, terutama badan hukum dari perusahaan tersebut, sesuai dengan trayeknya.

Baca: https://sijoritoday.com/2016/08/23/ksop-keluarkan-ijin-layar-kepada-kapal-tidak-kantongi-siupal-ini-komentar-pengajar-ilmu-hukum/

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Kerabat Melayu Anak Negri (LSM KMAN) Kota Tanjungpinang, Kembali bersuara terkait persoalan itu, Arda Riyanto meminta aparat Penegak Hukum untuk segera memeriksa para Perusahaan itu, apakah ada indikasi penyuapan kepada oknum di KSOP itu.

“Harus ada investigasi yang dilakukan didalam tubuh KSOP itu, sehingga tudingan miring itu clear, akan tetapi jika memang persoalan SIUPAL sesuai dengan Trayeknya tidak dikantongi, maka KSOP tidak boleh mengeluarkan ijin kelayakan berlayar itu.” Ungkap Arda Riyanto.

Saat ini tambah Arda Riyanto, masyarakat sedang bertanya-tanya, terkait insiden pompong maut itu. Apakah mendapat asuransi, atau siapa yang bertanggung jawab.

“Jangan sampai dikemudian hari, ada persoalan. Nah susah nanti, jika SIUPAL empat perusahaan itu, tidak sesuai dengan Trayeknya,”tutupnya.

Baca : https://sijoritoday.com/2016/08/19/perusahaan-angkutan-laut-kepri-tidak-dilengkapi-siupal-dari-pemda/

Hingga berita ini dilansir Oknum petinggi Di KSOP kelas II Tanjungpinang belum berhasil dijumpai untuk Konfirmasi dan Klarifikasi.

Penulis: Eb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here