Penjabat Walikota Tanjungpinang menyerahkan DPA kepada seluruh OPD (Foto Beto)

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Setelah Penjabat Walikota Tanjungpinang Raja Ariza menyerahkan DPA kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun Anggaran 2018, di Aula Sultan Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senggarang, Senin (22/1/2018) kemarin, Guna meningkatkan kemampuan penyerapan anggaran Pemerintah Kota Tanjungpinang, yang di ketahui pada tahun 2017 daya serap hanya sebesar 91 persen.

Dari hal tersebut Raja Ariza menegaskan, agar di tahun 2018 ini penyerapan anggaran harus mampu melebihi dari tahun 2017 lalu.

Dalam proses peningkatan penyerapan saat ini pemerintah menganjurkan pembayaran melalui transaksi non tunai. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh OPD untuk mensinergikan program-program yang berkaitan hal tersebut guna menunjang elektronik goverment, seperti yang sudah diterapkan oleh pemerintah Provinsi Kepri.

Raja Ariza mengingatkan kepada Kepala OPD, dengan diserahkan DPA 2018 ini, pengelolaan keuangan harus dapat dijaga dengan baik, dan melaksanakan setiap program kerja yang telah dirancang.

“Laksanakan dengan teliti dan hati-hati sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Tanjungpinang, Darmanto menyebutkan, bahwa penyerapan anggaran pemerintah Kota Tanjungpinang pada tahun 2017 sebesar 91 persen.

“Meskipun di tahun 2017 lalu terjadi defisit anggaran, namun pemko Tanjungpinang bisa menyelesaikan akhir anggaran tanpa ada tunda bayar. Anggaran daerah pada 2018 ini masih rendah, namun pemko Tanjungpinang menyusun tingkat prioritas dan penganggaran agar menghasilkan program kegiatan yang meliputi urusan wajib pelayanan dasar, urusan wajib bukan pelayanan dasar dan urusan pemerintah fungsi penunjang,” ucapnya.

Untuk pendapatan daerah Kota Tanjungpinang yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi sebesar Rp. 817.222.787.940 dan penerimaaan pembiayaan daerah yang bersumber dari estimasi silpa tahun 2017 sebesar Rp. 16.050.000.000. Sedangkan Belanja daerah ditetapkan sebesar Rp. 833.272.787.940, yang terdiri dari belanja tidak langsung Rp. 382.303.384.754 dan belanja tidak langsung sebesar Rp. 450.969.393.186.

Penulis: beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here