Walikota Batam HM Rudi

 

BATAM, SIJORITODAY.Com — Walikota Batam HM Rudi telah mengklarifikasi sejauh mana keterlibatannya dalam ormas Penjaga Marwah Rudi (PMR) yang dipimpin Aksa Halatu. Aksa kini telah berstatus tersangka dugaan kasus pornografi akibat tarian erotis yang dihadirkan disela-sela acara hiburan sempena pelantikan pengurus PMR di alun-alun Engku Putri, Sabtu (14/4/2018) lalu.

Walikota minta agar namanya dihapus dari ormas tersebut. “Nama lain silakan, kalau nama saya Muhammad Rudi tidak bisa,” ujar Rudi kepada wartawan di kantor Pemerintah Kota Batam, Senin (17/4/2018).

Rudi juga mengklaim tidak tahu menahu dengan acara hiburan yang menampilkan tarian erotis itu. Ia hanya tahu dan hadir dalam acara pelantikan pengurus PMR.

“Betul, pelantikan ada di kantor walikota, tapi soal kegiatan itu (tari erotis) tak mungkin kami izinkan kalau tahu begitu,” ujar mantan anggota DPRD Batam ini.

Menurutnya, PMR adalah ormas tapi namanya tidak tercatat dalam akta pendirian. Ia telah mempersiapkan surat agar namanya dikeluarkan atau tidak dipakai dalam nama ormas pimpinan Aksa Halatu itu.

Sebelumnya, Satreskrim Polresta Barelang telah mentapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pornografi akibat tarian erotis itu. Tari erotis itu dipertontonkan di depan umum di acara yang digelar PMR yang disatukan dengan acara ulang tahun ke-3 komunitas otomotif New Vixion Lighting Family (NVLF) Batam.

Lima tersangka itu yakni tiga penari erotis dan satu pengurus PMR berinisial A serta satu pengurus NVLF berinisial H.

“Mereka melanggar Undang-Undang Pornografi yang di dalamnya juga terdapat pornoaksi. Ancaman maksimal penjara 10 tahun,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan. (sito-7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here