TANJUNGPINANG, SIJORITODAY. com — Bulan Ramadhan bukan hanya menjadi ladang amal ibadah bagi umat muslim, tetapi juga membuka pintu rezeki bagi orang-orang yang ingin berusaha, salah satunya ialah dengan berjualan online.

Salah seorang penjual online di Tanjungpinang, Kepri, Arika (25), mengaku tidak ingin menyia-nyiakan bulan Ramadhan yang sudah di depan mata untuk meraup keuntungan dengan cara mudah dan murah serta minim resiko rugi.

Arika yang sudah menggeluti bisnis online sejak tahun 2017 itu, menyatakan kini mulai gencar melakukan promosi barang dagangannya melalui media sosial, seperti facebook dan instagram.

“Strategi yang sama saya terapkan di Ramadhan tahun-tahun sebelumnya,” kata Arika, Sabtu.

Arika mengatakan, di bulan Ramadhan ia hanya fokus menjual barang-barang berupa fashion muslimah dan setelan baju muslim untuk anak-anak.

Karena saat Ramadhan menjelang Idul Fitri, permintaan masyarakat sekitar terhadap kebutuhan barang-barang tersebut sangat tinggi.

Di bulan Ramadhan atau hari-hari biasa lainnya, Arika memang tidak menjual fashion yang berhubungan dengan kaum adam.

“Alasannya sederhana, para wanita lebih senang berbelanja online dibanding laki-laki,” tuturnya.

Sistem berdagang online yang dilakukan wanita akrab disapa Ika ini juga sangat simpel dan tidak menguras tenaga. Apalagi sampai mengganggu ibadah puasa dan tarawihnya.

Dia katakan, pelanggan yang ingin memesan barang dagangannya cukup menghubunginya melalui telepon atau inbox di media sosial tempat ia mempromosikan dagangannya.

Dengan syarat, pemesan harus membayar uang muka terlebih dahulu sebagai tanda jadi.

Uang muka itulah yang kemudian disetor ke Distributor atau penyedia barang yang umumnya berada di Pulau Jawa.

“Kalau tidak ada uang muka, barang-barang yang dipesan tidak akan dikirim oleh Distributor,” ungkapnya.

Barang-barang itu, lanjutnya, akam dikirim melalui jasa pengiriman JNA, biasanya sampai ke tangannya dalam kurun waktu tiga hari.

“Pemesan tinggal mengambil ke rumah dan melunasi sisa pembayarannya. Saya tidak pernah mengantar ke rumah mereka,” ucapnya.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, lanjutnya, berbisnis online saat puasa sangat menggiurkan.

Keuntungannya berlipat ganda dibanding berjualan pada hari-hari biasa lainnya. Dari masing-masing item barang hang terjual, Arika mendapat keuntungan sebesar Rp30 ribu sampai Rp50 ribu.

“Kalau hari-hari biasa untungnya sebulan lima juta, saat Ramadhan bisa sampai sepuluh juta bahkan lebih,” ucapnya.

Arika menambahkan membeli barang-barang online tidak akan rugi, justru lebih menguntungkan bagi si pembeli dibanding membeli di toko-toko atau mall.

“Kalau di toko atau mall harga baju gamis Rp250 ribu, di online hanya Rp150 ribu. Padahal dari segi kualitas sama,” sebutnya.

(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here