TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – MS, (58) Aparatur Sipil Negara (ASN) Politeknik Kementerian Kesehatan Tanjungpinang terkonfirmasi Positif COVID-19. Kabar tersebut didapatkan media ini dikalangan Poltekkes Tanjungpinang, Minggu (30/08/2020).

Dirut Poltekkes Tanjungpinang, Novian Aldo yang dikonfirmasi terkait salah satu pegawainya tersebut tampak irit bicara, ia hanya menjelaskan bahwa MS saat ini dirawat di Rumah Sakit.

“Saya belum dapat kabar, gak tahu saya apakah udah keluar hasilnya. Kalau dirawat iya betul,” katanya.

Sementara disinggung mengenai apakah ada pejabat Poltekkes yang melakukan kontak fisik dengan MS, Novian Aldo menolak untuk berkomentar dan mengaku tidak tahu.

“Kalau itu biar orang Gugus Tugas. Gak tahu saya, soalnya sensitif,” ujarnya singkat.

Juru Bicara Gugus Tugas Kota Tanjungpinang, Rustam yang dikonfirmasi terkait Pasien nomor 152, MS 58 tahun merupakan ASN Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang membenarkan jika yang bersangkutan merupakan ASN di tempat itu.

“Iya (Beliau merupakan ASN Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang- red),” kata Rustam singkat.

Sementara berdasarkan siaran pers Plt Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menjelaskan bahwa Tn.MS warga Kelurahan Batu X, merupakan pasien Positif Nomor 152.

“Pasien nomor 152 tuan MS, tidak ada riwayat keluar kota dan tidak ada riwayat kontak erat dengan kasus positif, pasien dirawat di Rumah Sakit dan kondisi tidak stabil,” kata Rahma, Sabtu (29/08).

Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang melaksanakan tracing pada orang-orang yang kontak erat dengan pasien dan tempat beraktifitas lainnya dan bila memenuhi kriteria kontak erat maka dilanjutkan dengan pengambilan swab hidung dan tenggorokan untuk dilakukan pemeriksaan dengan metode RT PCR di BTKL PP Batam.

“Kami menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19 ini. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin,” pesan Rahma.

Dan Bagi pelaku perjalanan setelah pulang ke rumah, diharapkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari, agar tidak menjadi sumber penularan ke orang-orang di sekitarnya.

“Selama karantina mandiri ini, yang bersangkutan diharapkan selalu pakai masker saat di rumah, menjaga jarak lebih dari 2 meter dengan anggota keluarga lainnya dan mencuci tangan dengan sabun,” jelasnya.

(Sueb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here