TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Kelompok pengemudi angkutan pompong ke Pulau Penyengat berencana untuk mengusulkan kenaikan tarif penumpang di awal tahun 2022.
Keinginan itu dikatakan Hasim salah satu pengemudi pompong saat ditemui di Pelantar Penyengat, Sabtu (25/12/2021).
“Kami mau mengajukan kenaikan ongkos. Kami punya ketua, ini baru wacana awal tahun, mau naikkan berapa kami musyawarah lah,” katanya.
Hasim menuturkan, usulan kenaikan ini akibat dihapuskannya BBM jenis premium dan kenaikan harga kebutuhan pokok belakangan ini.
“Alat dapur segala macam naik mulai dari minyak, cabai, telur. Pertalite kita 3 liter sekali jalan pulang pergi
1 botol isi 1,5 liter itu harganya Rp 16.000,” tuturnya.
Meski demikian, kenaikan tarif tidak serta merta dapat dilakukan dan perlu mendapatkan persetujuan Ketua RT/RW serta masyarakat Pulau Penyengat.
“Kami harus musyawarah, itu bukan kami sendiri RT/RW kami akan mengajukan masyarakat pulau penyengat nya gimana,” ungkapnya.
Hasim yang sudah 40 tahun mengemudi pompong itu juga sangat menyayangkan keadaan dermaga Penyengat yang kian memburuk.
Dermaga yang telah berusia puluhan tahun itu telah mengalami sejumlah kerusakan seperti hilangnya besi-besi penyangga, tiang pagar pada sisi dermaga, rusaknya atap, rusaknya salah satu tangga, ponton yang berkarat hingga pudarnya cat pada tiang-tiang dermaga.
“Saya nambang sudah 40 tahun dari bujangan, pompong aja ganti sudah 7 kali. Harapan saya perbaikan lah, udah keropos ini jalan-jalan ini tinggal nunggu runtuh aja,” harapnya.
(Helen)
Editor: Nuel








































